Sabtu, 30 November 2019





Pendalaman dan Training Terapi Shalat Bahagia 



Surabaya, 23 November 2019


Nama : Ulum Nafi’ah
Prodi : Ilmu Komunikasi
Nim : B75219080
Fakultas : Dakwah dan Komunikasi


                 Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

        Pada hari Sabtu telah dilaksanakan acara pembinaan bagi mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, tepatnya pada hari Sabtu 23 November 2019 menjadi hari yang istimewa bagi mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi khusunya program studi Ilmu Komunikasi, Komunikasi dan Penyiaran Islam, Managemen dakwah, dan Bimbingan Konseling Islam di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya karena mereka berkesempatan untuk mengikuti acara perpisahan dan training terapi shalat bahagia. 

          Acara perpisahan dan training terapi shalat bahagia yang  diselenggarakan di Kun Yaquta Convention Centre, Jalan Siwalankerto Tengah 1 no. 141 Surabaya. Acara tersebut berlangsung pada pada jam 07.00 sampai 12.00 WIB.  Sebelum acara dimulai mahasiswa yang mengikuti acara tersebut diberikan buku Pendalaman dan Training Terapi Shalat Bahagia (PTSB). Buku tersebut di bagikan guna untuk panduan mahasiswa selama acara tersebut selesai. Acara ini dibuka dengan membaca surat Al-Fatihah yang dipimpin oleh Bu Ati' Nursyafa'ah M.Kom.I, selaku asisten dari trainer yang akan memberikan materi pada hari sabtu pagi ini. Kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video testimoni dari berbagai pihak yang telah mengikuti acara Pendalaman dan Training Terapi Shalat Bahagia yang telah dilaksanakan di daerah Surabaya sendiri hingga ke manca negara, seperti United Kingdom, China, Amerika, Bangladesh, Taiwan, Jepang, dan negara luar lainya.

Acara Pendalaman dan Training Shalat Bahagia (PTSB) telah memberikan bimbingan dan praktik shalat agar kita memahami dan mengingatnya lebih kuat dan bisa memantapkan keyakinan akan kebesaran Allah, kemudian lebih meningkatkan kepecayaan yang ada pada diri kita, kemudian bisa optimis akan penyelesaian semua masalah menuju hidup yang lebih bahagia. Karena wajah yang bahagia adalah cerminan syukur kepada Allah SWT. Dan setelah mengikuti testimoni sebagian besar mereka yang telah berhasil merubah mindset untuk ikhlas dan ridho Allah, lebih percaya diri, optims, tenang di tengah menghadapi masalah yang ada di keluarga ataupun lingkungan lainya. Beberapa yang lainya juga telah berhasil menyembuhkan penyakit yang pernah di deritanya selama bertahun tahun. Tujuan utama shalat sendiri yaitu untuk  memperkokoh mindset T2Q (tawakkal, tumakninah, dan qona’ah) sedangkan kesembuhan rizqi dan sebagainya hanya bonus semata, sekalipun semua itu sangat kita butuhkan.

Acara selanjutnya adalah pengenalan profil trainer yang merupakan guru besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya,  Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M. Ag. Beliau dilahirkan di Lamongan, pada 09-06-1957dan beliau sudah mempunyai istri, 7 anak, 3 cucu, beliau merupakan alumni Pondok pesantren Ihyaul Ulum Gresik  (1975).  Guru Besar/Dosen Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya (sejak 2004).  Dosen Teladan Nasional (2004 dan 2007).  Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (2000-2004).  Pengurus Pembaca dan Penghafal Al Qur’an Jatim (1994).  Beliau juga pernah menjabat menjadi Ketua Asosiasi Profesi Dakwah Indonesia (APDI 2009-2013).  Unsur Ketua Majlis Ulama Indonesia Jawa Timur. Kemudian menjadi Ketua Dewan Pengawas Syariah Bank Jatim (2011-sekarang). Konsultan Pendidikan Yayasan Khadijah (2011-sekarang). Hakim MTQ Tafsir Bahasa Inggris, Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawah Al Qur’an.  Asesor Badan Akreditas Nasional Perguruan Tinggi  Saksi Ahli Mahkamah Konstitusi tentang UU Penodaan Agama.  Penasehat  Forum Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama. Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Al Khoziny Sidoarjo (1990-2009). Kemudian banyak juga Buku-buku yang ditulis, 60 Menit Terapi Shalat Bahagia (UIN Sunan Ampel Press 2012) sekaligus sebagai founder dan trainer Pelatihan Terapi Shalat Bahagia (PTSB), dan masih banyak lagi jabatan beliau baik yang dulu maupun yang sekarang.


Sebelum diajarkan untuk mempraktikan shalat tersebut, mahasiswa yang hadir sebelumnya telah diperintahkan untuk membuat dan mencatat masalah yang sedang kita hadapi secara rinci dan jujur, orang yang menjengkelkan dan menyakitkan kita, kemudian dosa yang pernah kita lakukan, nikmat terbesar yang kita rasakan sejak kecil hingga sekarang yg terakhir yaitu  masalah yang paling mengganggu atau menyedihkan dalam perjalanan hidup kita. Semua itu untuk syarat mengikuti kuliah wada’ tersebut. Ada beberapa kunci di dalam terapi  shalat bahagia dalam berbagai gerakan shalat yaitu, SUBHAN TURUT HADIR di MASJID untuk AKSI SOSIAL. Kemudian setelah kita menghafalkan kunci di dalam shalat tersebut, kita diarahkan untuk mempraktikkan shalat tersebut secara besama sama, kemudian membuat shaf barisan untuk shalat berjama’ah baik itu barisan putri ataupun barisan putra.

1.    Pada posisi pertama yaitu Berdiri  dengan kunci kata SUBHAN yang mempunyai kepanjangan Syukur, Bimbingan , ketahanan Iman) kemudian posisi berdiri dengan mengangkat tangan dengan jari jari tangan menghadap kiblat dan sejajar dengan telinga. Kemudian dianjurkan untuk mengucapkan kata ini dalam hati.
a.  Syukur : “Wahai Allah, aku bersyukur atas semua nikmat-Mu” Bimbinglah aku dan keluarga agar tetap di jalan yang benar” kemudian
b.     Bimbingan : “ Bimbinglah aku dan keluarga agar tetap di jalan yang benar”.
c.      Ketahanan iman “Berilah aku ketahanan  iman untuk melawan hawa nafsu agar selamat dari kesesatan dan murka-Mu”. Kemudian setelah takbir tangan di letakkan di dada boleh juga diatas pusar ataupun dibawah pusar. 
2.     Yang kedua yaitu sikap rukuk, dan kata kunci nya yaitu TURUT (Tunduk Menurut)
a.     Tunduk : “Wahai Allah, aku tunduk membungkuk kepada kehendak-Mu. Aku bertasbih dan menyerahkan hidup mati, sehat sakit, kaya miskin, dan semua persoalan kepada-Mu”.
b.     Menurut : “ Aku menurut kepada semua perintah-Mu. Ampunilah dosa-dosaku”.

Tambahan (jika ingin lebih detail) :

Wahai Allah, aku mempunyai masalah yaitu …
1)    Wahai Allah, aku ikhlas, ridlo, tidak mengeluh atas masalah tersebut. Jika pernah mengeluh, itu karena kebodohanku. Ampunilah aku.
2)    Wahai Allah, aku yakin(3x) Engkau pasti (3x) Maha kuasa menolong aku. Engkau pasti (3x) menyayangi aku, dan tidak mungkin membiarkan aku sendirian menghadapi masalah dan harapanku itu.
3)    Wahai Allah, aku pasrah (3x) aku pasrahkan masalah tersebut kepada-Mu. Terserah Engkau, sebab Engkau pasti (3x) memberi yang terbaik untukku. Aku ikhlas apapun keputusan-Mu.

(Tambahan diatas dianjurkan untuk dihafalkan agar mempermudah kita untuk khusyuk dalam shalat, dengan diselingi membaca tulisan yang sudah kita tulis sebelum mengikuti terapi shalat bahagia ini, baik itu masalah yang sedang kita hadapi maupun dosa terbesar yang pernah kita lakukan, dengan begitu semoga Allah mengampuni serta mengabulkan doa yang telah kita panjatkan di dalam shalat tersebut).

3.     Yang ketiga yaitu I’tidal, dan kata kunci nya yaitu HADIR (Hak pujian Takdir).
a.     Hak pujian : “Hanya Engkau yang berhak dipuji. Ampunilah aku karena terlintas mengharap pujian manusia”
b.     Takdir Allah : “Semua hal terjadi atas takdir-Mu. Aku ridla dan ikhlas menerimanya.”
Tambahan (jika ingin lebih detail) :
1)    Wahai Allah, hapuskan di hatiku dari mengharap penghormatan, pujian dan terimakasih orang. Sebaliknya, jadi-kan aku selalu menghormati, menghargai, dan berterimakasih kepada orang. Kuatkan kesabaranku menghadapi cacian dan kezaliman orang.
2)     Aku ikhlas, tidak mengeluh atas semua takdir-Mu. Rencana-Mu pasti (3x) lebih baik dari rencana hidupku. Takdir-Mu pasti (3x) yang terbaik untukku.

4.     Yang keempat yaitu Sujud, kata kuncinya yaitu MASJID (Maaf, Sinar, Jiwa dan raga)
a.     Maaf : “ Maafkan dosa –dosaku,bapak-ibu dan keluargaku”.
b.     Sinar : “ Sinarilah hati, lidah, mata dan telingaku agar selalu berbuat yang Engkau ridlai”.
c.      Jiwa dan raga : “ Jiwa dan ragaku dalam kekuasaan-Mu. Aku serahkan hidup-mati,sehat sakit,kaya-miskin dan semua persoalan kepada-Mu.
Tambahan (jika ingin lebih detail) :
1)    Wahai Allah , ampunilah aku, kedua orang tuaku, istri/suami, dan anak-anakku, lebih-lebih mereka yang telah meninggal dunia. Jauhkan mereka dari siksa kubur dan neraka. Jadikan kuburan sebagai taman surga yang menyenangkan mereka. Jika dalam pandangan-Mu ada kebaikan pada diriku , jadikan kebaikan bagian dari pahala yang teralirkan untuk ibu-bapakku, guru-guruku, keluarga-ku, dan semua orang yang berjasa mengantarkan aku sampai aku menjadi “orang” seperti saat ini.
2)    Berikan cahaya-Mu untukku, istri/suami dan anak-anakku, agar hatiku bersih dari iri dan dengki. Jadikan semu perkataan kami benar dan menyemangati seu orang, serta telinga kami peka terhadap Al-Qur’an dan panggilan adzan.
5.     Kemudian posisi yang kelima yaitu Duduk Antara Dua Sujud, kata kuncinya yaitu AKSI (Ampunan, Kasih, Sejahtera, Iman). Mengucapkan di dalam hati : Wahai Allah, berilah aku : “Ampunan, Kasih, Sejahtera, Iman”.
Tambahan (jika ingin lebih detail) :
a.     Wahai Allah ampunilah dosa-dosaku.
b.  Kasihanilah aku. Cintailah aku. Jadikan hidupku penuh kasih bersama keluarga dan semua manusia.
c.      Berilah aku rezeki yang melimpah untuk keuarga, syiar agama dan meolong, fakir miskin. Jadikan aku lebih senang memberi daripada diberi. Berilah aku kesehatan dan kesembuhan dari semua penyakit.
d.     Kuatkanlah imanku, agar aku semakin dekat dengan-Mu, sabar dan tegar menghadapi apapun cobaan dari-Mu.

6.     Yang terakhir yaitu posisi Tasyahud, kata kuncinya yaitu SOSIAL (Sholawat, Persaksian, Tawakkal).
a.     Shalawat : “ Shalawat dan salam untuk Nabi SAW. Berikan aku kekuatan menyontoh akhlaknya”.
b.     Persaksian : “Aku bersaksi, Tiada Tuhan selain Engkau, dan Muhammad adalah utusan-Mu. Jadikan syahadat adalah pegangan dan penutup hidupku”.
c.      Tawakkal : “ Aku serahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya miskin dan semua persoalan kepada-Mu”.

Tambahan (jika ingin lebih detail)

1)    Jadikan aku, istri/suami dan anak-anakku berakhlak seperti nabi-Mu. Mudahkan aku dan keluarga beribadah di Mekkah dan Madinah, serta berdoa di dekat makam nabi-Mu. Aku berharap di hari kiamat kelak, mendapat syafa’at Nabi-Mu. Di surga, Engkau pertemukan kami sekeluarga dengan nabi-Mu.
2)    Jadikan syahadat penambah percaya diriku. Jadikan Laila ha illallah kata terakhirku ketika malaikat mencabut nyawaku.
3)    Wahai Allah sekarang aku lebih bahaga. Aku akan menoleh ke kanan dan ke kiri. Berikanlah aku kemudahan hidup, kesuksesan dan kebahagiaan semua orng di sebelah kanan dan kiriku, Assalamualaikum warahmatullah.

Kemudian setelah selesai shalat lanjut ke acara yang terakhir yaitu renungan yang diikuti oleh seluruh mahasiswa yang mengikuti terapi shalat bahagia. Renungan ini dilakukan agar kita semua selalu mengingat bahwa kita sebagai manusia biasa yang berlumur dosa, tetapi kita harus menyakini bahwasanya Allah tidak pernah tidur, dan akan selalu mendengarkan semua doa-doa yang selalu kita panjatkan kepada-Nya. Sekalipun doa itu telah bertahun tahun tidak dikabulkan Allah, hendaknya kita tidak boleh berputus asa, karena harus selalu kita ingat bahwa rahmat Allah melampaui takdir-Nya.

Itulah serangkaian acara Pendalaman Terapi Shalat Bahagia yang telah diikuti oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Bimbingan Konseling Islam, Komunikasi dan Penyiaran Islam,  dan Managemen Dakwah khusunya fakultas Dakwah dan Komunikasi di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Semoga dapat  bermanfaat.  Aamiin..
           Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selasa, 01 Oktober 2019

Mukjizat Al-Qur'an (Prespektif isi)




MAKALAH STUDI AL-QUR’AN
MUKJIZAT AL-QUR’AN (PRESPEKTIF ISI)

Dosen Pengampu  :
Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M. Ag
Ati’ Nursyafa’ah M.Kom.I




Oleh :
Nama : Ulum Nafi’ah
NIM :  B75219080


ILMU KOMUNIKASI
UIN SUNAN AMPEL SURABAYA

2019




KATA PENGANTAR


           Puji Syukur Alhamdulillah senantiasa kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya-Nya. Sehingga kami dapat menyeleseikan makalah ini dengan sebaik-baiknya berguna untuk memenuhi tugas untuk mata kuliah Studi Al-Qur’an, dengan judul “Mukjizat Al-Qur’an”.
        Makalah ini berisi tentang bukti – bukti kebenaran Al-Qur’an baik itu secara ilmiah maupun sejarah.
                                                                                                                                                                                                                                                                     Surabaya, 21 Agustus 2019

  

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……................................……i
DAFTAR ISI.....................................………………ii
BAB I
MUKJIZAT AL-QUR’AN
A. Kemukjizat Al-Qur’an.....................……...
B.  Kemukjizatan Tasyri’……………………..
C. Kemukjizatan Al-Qur’an dalam sejarah……
D. Kebenaran  yang terdapat di Al-Qur’an tentang laut, 
gunung dan matahari …...................................
KESIMPULAN……………………………………
 DAFTAR PUSTAKA………………………………

BAB I
PEMBAHASAN
A.    Kemukjizatan Al-Qur’an
           Definisi Kata ‘Mukjizat’ artinya sesuatu yang luar biasa yang tiada kuasa manusia membuatnya karena hal itu adalah diluar kesanggupanya.
Mukjizat ini hanya diberikan kepada nabi-nabi untuk menguatkan kenabian dan kerasulannya,dan bahwa agama yang  dibawanya bukanlah bikinannya sendiri tetapi benar benar dari Allah SWT.
         Kepada nabi-nabi sebelum nabi muhammad saw. Telah diberikan mu’jizat yang banyak dan bermacam macam,seperti tongkat yang diberikan kepada nabi Musa As. Yang dapat menelan semua ular ysng didatangankan tukang sihir  dan dapat membelah laut, sehingga nabi Musa dan kaumnya dapat menyelamatkan diri dari kepungan tentara fir’aun dengan menyeberangi laut yang telah terbelah dua itu.
         
          Demikian pula kepada Nabi Besar Muhammad saw. Telah diberikan  untuk beberapa mukjizat diantaranya Isra’ Mi’raj dalam waktu satu malam sebagai tersebut dalam surat (17) Al-Isra’ ayat 1 dan keluarnya air dari ujung jarinya ketika ketiadaan air.
        
      Tetapi mu’jizat yang terbesar yang dberikan kepada Nabi Muhammad saw adalah Al-Qur’an, suatu mu’jizat yang dapat disaksikan oleh seluruh umat manusia sepanjang masa karena memang beliau diutus oleh Allah untuk keselamatan Manusia dimana dan di masa apapun mereka berada. Oleh sebab itu Allah menjamin keselamatan Al-Qur’an sepanjang masa.
        
      Mu’jizatnya itu terletak pada fashahah dan balaghahnya, keindahan susunan gaya bahasanya yang tidak ada tara bandinganya. Mustahil manusia dapat membuat susunan yang serupa dengan Al-Qur’an, yang dapat menandinginya.
       
    Al-Qur’an  merupakan mukjizat abadi. Sebagai bacaan, Al-Qur’an mengajak serta ikut serta menggugah pembacanya untuk merangkum dan menghimpun objek yang dapat dijangkau pancaindra dan nalarnya.
     
    Maka dapat disimpulkan dari keterangan tersebut bahwa Qur’an itu mukjizat karena ia datang dengan lafadz lafadz yang paling fasih, dalam susunan yang paling indah. [1]

B. Kemukjizatan Tasyri’
       Allah meletakkan dalam diri manusia banyak garizah (naluri, instinct) yang bekerja di dalam jiwa yang mempengaruhi kecenderungan-kecendererungan hidupnya. Jika akal sehat dapat menjaga pemiliknya dari ketergelinciran , maka arus kejiwaan yang bagaimanapun tidak dapat sanggup menahan luapanya.
       Manusia, pada dasarnya adalah makhluk social. Dalam memenuhi kebutuhanya ia memerlukan orang lain dan orang lain pun memerlukanya. Kerja sama antar sesame manusia merupakan tuntutan social yang diharuskan oleh peradapan manusia. Akan tetapi seringkali manusia berlaku zalim terhadap sesamanya,terdorong oleh kecintaan diri dan rasa ingin berkuasa. Maka jika mereka dibiarkan tanpa kendali yang membatasi pergaulanya, mengatur hal ihwal kehidupanya, menjaga hak hak dan memelihara kehormatanya, tentu urusan mereka akan menjadi kacau. Dengan demikian maka setiap masyarakat harus mempunyai system yang mengatur kendalinya dan dapat mewujudkan keadilan diantara individu individu-nya.
       Umat manusia telah mengenal di sepanjang masa sejarah, berbagai macam doktrin, pandangan, system dan tasyri’(perundang undangan) yang bertujuan tercapainya kebahagiaan individu di dalam masyarakat yang utama. Namun tidak satupun daripadanya yang mencapai keindahan dan kebesaran seperti yang dicapai Qur’an dalam kemukjizatan tasyri’-nya.
       Qur’an juga telah menetapkan perlindungan terhadap lima macam kebutuhan primer bagi kehidupan manusia, jiwa, agama, kehormatan, harta benda dan akal. Dan menerapkan padanya hukuman-hukuman yang pasti yang dalam fikih islam dikenal dengan jinayat dan hudud.

A.    Bukti Ilmiah kemukjizatan AlQur’an dalam sejarah
       Disamping Al-Qur’an ditinjau dari segi bahasanya yaitu suatu mukjizat yang besar, maka dari isinya ia mengandung mukjizat pula. Contohnya :
1.      Beberapa pemimpin quraisy telah berkumpul untuk merundingkan cara agar menundukkan Rasullullah. Akhirnya mereka sepakat untuk mengutus Abdul Walid, seorang sastrawan Arab yang jarang ada bandinganya, kemudian ia mengajukan kepada Rasullullah saw agar berdakwah dengan menjanjikan pangkat dan harta, Setelah Rasullullah mendengar ucapan Abdul Walid itu, kemudian beliau membawakan kepadanya surat (41) funshilat dari awal sampai akhir. Abdul Walid pun terlihat amat tertatrik dan terpesona mendengarkan ayat itu sehingga ia termenung-menung memikirkan keindahan bahasanya, kemudian ia meninggalkan Rasullullah tanpa sepatah kata pun. Kemudian Abdul Walid berkata kepada kaumnya. “Sungguh aku belum pernah mendengarkan kata kata yang seindah itu, itu bukanlah syair,bukan pula sihir dan bukan pula kata-kata ahli tenung. Sesungguhnya Al-Qur’an itu ibarat pohon yang daunya rindang, akarnya terhunjam kedalam tanah. Susunan kata nya manis dan bukanlah buatan dari manusia”. Mendengar jawaban itu kaumnya pun menuduh Abdul Walid telah berkhianat, dan cenderung kepada agama islam.
2.        Mengenai reaksi ahli syair  dan sastra terhadap tantangan Al-Qur’an, mereka bungkam dalam seribu Bahasa, tak ada yang berani tampil ke muka, karena memang tidak sanggup dan takut mendapat cemooh dan hinaan. Memang banyak diantara pemimpin pemimpin dan ahli sastra arab yang mencoba dan meniru Al-Qur’an bahkan kadang-kadang ada yang mendakwah nya dirinya sebagai nabi seperti Musailimah al Kazzab Thulaihah, Habalah bin Ka’ab dan lain lain. Tetapi mereka itu semuanya menemui kegagalan, bahkan mendapat cemooh dan hinaan dari masyarakat.
Syekh Muhammad Abdul dalam kitabnya “Rasaalatut Tauhid” menerangkanbagaimana ketinggaian dan kemajuan Bahasa di masa turunnya AlQur’an : “Al-Qur’an diturunkan pada suatu masa yang telah sepakat ahli-ahli riwayat mengatakan, bahwa masaitu adalah masa yang amat gemilang ditinjau dari segi kemajuan Bahasa dan pada masa itu banyak sekali terdapat ahli-ahli sastra dan ahli-ahli pidato”. Kemudian ia berkata mengenai tantangan Al-Qur’an terhadap ahli-ahli sastra : “Benarlah bahwa Al-Qur’an itu suatu mukjizat. Telah berlalu masa yang panjang, telah silih berganti datangnya angkatan demi angkatan, tantangan Al-Qur’an tetap berlaku, tetapi tak seorang pun yang dapat menjawabnya, semua kembali dengan tangan hampa karena lemah dan tidak berdaya”. Bukannya lahirnya kitab Al-Qur’an ini, dibawa oleh seorang yang buta huruf, suatu mukjizat yang terbesar yang membuktikan bahwa ia bukanlah buatan manusia. Memang ia adalah suatu mukjizat yang membuktikan kebenaran Nabi Muhammad saw. Dan Nur yang terpancar  dari ilmu illahi”.

3.      Di dalam Al-Qur’an terdapat berita-berita dan janji-janji mengenai masa yang akan datng. Kejadian-kejadian yang akan terjadi di masa depan adalah di luar kekuasaan manusia untuk mengetahuinya. Memang ada ramalan- ramalan tukang tenung mengenai masa depan, tetapi itu hanya ramalan yang tiada dapat dijamin kebenaranya, tetapi semua berita-berita dan janji-janji yang tersebut dalam Al-Qur’an adalah benar dan telah menjadi kenyataan seperti : kerap kali kaum musyrikin mekkah sebelum hijrah menantang kaum muslimin dan mengatakan : “Bangsa Rum yang mempunyai kitab injil telah dikalahkan oleh orang Persia (waktu itu menganut agama Majusi)”. Maka kami pasti akan mengalahkan kamu, karena kamu adalah ahli kitab pula. Kemudian turunlah surat (30) Ar Rum ayat 2.
4.      Di dalam Al-Qur’an  terdapat pula fakta fakta ilmiah yang tidak mungkin diketahui manusia di tanah arab pada waktu itu, tetapi fakta-fakta tersebut dijelaskan dengan tepat dan sekarang diakui kebenaranya seperti : Pada masa turunnya Al-Qur’an ilmu kedokteran di Tanah Arab boleh dikatakan tidak ada, yang ada hanya ilmu pengobatan secara primitive dan takhayul. Namun demikian Al-Qur’an menerangkan dalam surat (23) Almu’minun ayat 12,13 dan 14. Pada mulanya ahli-ahli ilmu falaq menetapkan bahwa matahari tetap, tidak berjalan (beredar) dan hanya bumilah yang beredar di sekeliling matahari, tetapi Al-Qur’an menegaskan bahwa matahari juga berjalan. Dalam surat (36) Yasin ayat 38   “Dan matahari itu beredar ditempat daerah oeredaranya. Demikianlah ketetapan dari yang mahaperkasa dan yang lagi maha mengetahui”.



B.     Kebenaran Al-Qur’an tentang Laut, Matahari, dan Gunung

1.      Tentang laut
      Temuan-temuan sains tentang lautan, ternyata telah diungkapkan oleh Alquran sejak 15 abad yang lalu. Simaklah Surat An Nahl (16) ayat 14.
"Dan Dialah Allah yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar, dan kamu mengeluarkan dari lautan perhiasan yang kami pakai. Kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya supaya kamu bersyukur".

Atau Q.S. Fatir(35) ayat 12 berikut:
 “Dan tiada sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur.”
Atau Q.S Almaidah ayat 96
 “Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. Dan bertakwalah kepada Allah dan  sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan“
Sejak 15 abad yang lalu Al Quran berbicara soal manfaat laut bagi peningkatan taraf hidup manusia. Kini terbukti, negara-negara yang pandai memanfaatkan potensi lautnya, bakal mendapat kekayaan yang sangat berlimpah. Kemudian juga Selain mengandung banyak makanan, dan perhiasan, laut juga bisa menyimpan banyak bahan tambang, bisa menjadi jalur transportasi yang murah, dan sebagainya. Selain menjadi bukti kuat bagi keaslian Al-Quran, laut juga menjadi sumber penghidupan yang sangat kaya. Keberadaan wilayah laut, bisa menjadi salah satu penentu tingkat ekonomi sebuah negara.
Seharusnya Indonesia sebagai negara kepulauan, jangan pernah menyia-nyiakan sumberdaya lautnya. Allah telah memerintahkan kita untuk mencari (keuntungan) dari karuniaNya yang berupa lautan dan segala sumberdayanya ini, baik itu ikan, perhiasan (mutiara, kerang-kerangan, dll), dan bahkan memanfaatkan laut untuk transportasi.
Ayat ini seharusnya dibaca dan diresapi maknanya secara mendalam oleh seenap bangsa Indonesia dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dengan mendepankan penegelolaan sumberdaya kelautan sebagai tiang utama peekonomian Indonesia.
Hal yang menarik adalah ketika kita coba membuka Al-Quran surat An-Nur (surat ke-24) ayat 40.
"Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun." (Al Qur'an, An-Nuur (24):40)
Kegelapan dalam lautan dan samudra yang dalam dijumpai pada kedalaman 200 meter atau lebih. Pada kedalaman ini, hampir tidak dijumpai cahaya. Di bawah kedalaman 1000 meter, tidak terdapat cahaya sama sekali.Namun, pernyataan "gelap gulita di lautan yang dalam" digunakan dalam surat An Nuur 1400 tahun lalu. Ini sudah pasti salah satu keajaiban Al Qur’an, sebab infomasi ini dinyatakan di saat belum ada perangkat yang memungkinkan manusia untuk menyelam di kedalaman samudra.
2.      Tentang Gunung
      Menggambarkan bahwa gunung mempunyai akar yang berada  tepat  pada     bawah permukaan bumi kita yang berfungsi juga sebagai pasak.
أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا 
“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan? Dan gunung-gunung sebagai pasak?” (QS.An-Naba’: 6-7)
Al-Qur’anul karim telah menggambarkan keberadaan alam semesta ini dan menyeru agar manusia menggunakan pikirannya untuk merenungkan ciptaan Allah. Al-Qur’an telah menyajikan ilustrasi penciptaan pegunungan yang berdiri kokoh diatas bumimdan lautan yang terbentang. Allah berfirman dalam Al-Qur’an :  
وَأَلْقَىٰ فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِكُمْ وَأَنْهَارًا وَسُبُلًا لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
“Dan Dia  (Allah )menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk”. (QS An Nahl: 15
. Teori lempeng tektonik menyebutkan, kita dapat menyamakan gunung dengan paku yang menjadikan lembaran-lembaran kayu tetap menyatu. Penemuan ini juga semakin memperkuat kebenaran Al-Qur’an QS. Al Anbiya: 31.

وَجَعَلْنَا فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَن تَمِيدَ بِهِمْ وَجَعَلْنَا فِيهَا فِجَاجًا سُبُلًا لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ ﴿٣١

“Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk” (QS. Al Anbiya: 31)

Keajaiban penting lain dalam hal ini disebutkan dalam surat Fushshilat ayat ke-12, “… Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya.” Dengan kata lain, Allah dalam ayat ini menyatakan kemudian bahwa Dia memberikan kepada setiap langit tugas atau fungsinya masing-masing.
Setiap lapisan memiliki fungsi khusus, dari pembentukan hujan kemudian sampai dengan perlindungan terhadap radiasi sinar-sinar yang berbahaya; dari pemantulan gelombang radio hingga perlindungan terhadap dampak meteor yang berbahaya.

3.      Tentang Matahari

Al-Qur’an menggambarkan matahari dan bulan kemudian menjelaskannya sebagai hubungan yang saling berkait dengan bumi dan kehidupan manusia :

وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ آيَتَيْنِ ۖ فَمَحَوْنَا آيَةَ اللَّيْلِ وَجَعَلْنَا آيَةَ النَّهَارِ مُبْصِرَةً لِتَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ وَلِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ فَصَّلْنَاهُ تَفْصِيلًا

“Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari kurnia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas”.

Dan ayat :

يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى ۚ ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ ۚ وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِنْ قِطْمِي
     “Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nya-lah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari”.

      Wahai orang-orang yang berpengetahuan! kitab yang menjelaskan mengenai tentang pengetahuan ini, ada bersamamu. Yang berasal dari Allah yang Maha Mengetahui, Maha melihat. Dia mengetahui apa yang turun ke bumi dana pa aja yang keluar darinya, apa aja yang turun dari langit dan apa-apa yang naik. 
   
                                                                    BAB 2
                                                               PENUTUP
   
A.    Kesimpulan

        Al –Qur’an adalah mukjizat dan tak ada bandingannya dalam semua aspek. Ia tidak akan bisa dipalsukan, baik itu secara Bahasa maupun ilmu pengetahuan. Al-Qur’an juga tidak bisa dipalsukan dalam aspek, itu menjelaskan bahwa Al-Qur’an memang dari Allah. Al-Qur’an persis seperti apa yang telah dijelaskan :

“Keajaibannya tak terbatas dan mengandung penjelasan untuk segala hal yang menyangkup aspek pengetahuan, social, dan lingkup lainnya”.

     Ayat-ayat di dalam Al-Qur’an menjelaskan secara gamblang. Bahwa Al-Qur’an juga memiliki melodi indah yang mampu menawan hati dan telinga siapapun yang mendengar serta menjadikannya kokoh di dalam hati nurani manusia dengan petunjuknya. Seorang pelajar muslim juga harus berusaha sungguh-sungguh untuk mempelajari kisah umat-umat terdahulu serta berbagai peristiwa melalui ilmu sejarah.



                                                            Daftar Pustaka

Abidin, Zainal. Seluk Beluk Al-Qur’an. Jakarta : Rineka Cipta, 1992.
Ahmad, Yusuf Al-Hajj. Mukjizat Yang Tak Terbantahkan. Solo : Aqwam Media Profetika, 2016.
Aziz, Moh.Ali. Mengenal Tuntas Al-Qur’an. Surabaya : Imtiyaz, 2019. 
Hafidz, Wajuhudin. Misi Al-Qur’an. Jakarta : Imprint Bumi Aksara, 2016.
Hamzah, Muchotob. Studi Al Qur’an.
Komprehensif. Yogyakarta: Gama Media, 2003.
Qathan, Manna’ Khalil. Study Ilmu-Ilmu Qur’an. Bogor : Litera AntarNusa, 2026
Sa’di, Syaikh Abdurrahman. Bacalah Al-Qur’an Seolah-olah Ia Diturunkan Kepadamu. Jakarta : Mizan Publika, 2018.
Yusuf, Kadar M. Studi Al-Qur’an. Jakarta : Amzah, 2014.



[1] Drs. Zainal Abidin S, Seluk Beluk Al-Qur’an , Jakarta, Rineka Cipta, 1992, cet. Pertama, hlm 98-99
[2] Manna’ Khalil Al-Qattan, Studi Ilmu-Ilmu Qur’an, Bogor, Litera AntarNusa, 2009, cet. Ke-3, hlm 394 [3] Drs. Zainal Abidin S, Seluk Beluk Al-Qur’an , Rineka Cipta, 1992, cet. Pertama, hlm 101-103
[4] Yusuf Al-Hajj Ahmad, Mukjizat Al-Qur’an Yang tak Terbantahkan, Aqwam Media Profetika, 2018,cet. Ke IV, hlm 16
[5] Yusuf Al-Hajj Ahmad, Mukjizat Al-Qur’an  Yang Tak Terbantahkan, Aqwam Media Profetika, 2018, cet .Ke IV, hlm 16

Pendalaman dan Training Terapi Shalat Bahagia  Surabaya, 23 November 2019 Nama : Ulum Nafi’ah Prodi : Ilmu Komunikasi ...