Sabtu, 30 November 2019





Pendalaman dan Training Terapi Shalat Bahagia 



Surabaya, 23 November 2019


Nama : Ulum Nafi’ah
Prodi : Ilmu Komunikasi
Nim : B75219080
Fakultas : Dakwah dan Komunikasi


                 Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

        Pada hari Sabtu telah dilaksanakan acara pembinaan bagi mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, tepatnya pada hari Sabtu 23 November 2019 menjadi hari yang istimewa bagi mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi khusunya program studi Ilmu Komunikasi, Komunikasi dan Penyiaran Islam, Managemen dakwah, dan Bimbingan Konseling Islam di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya karena mereka berkesempatan untuk mengikuti acara perpisahan dan training terapi shalat bahagia. 

          Acara perpisahan dan training terapi shalat bahagia yang  diselenggarakan di Kun Yaquta Convention Centre, Jalan Siwalankerto Tengah 1 no. 141 Surabaya. Acara tersebut berlangsung pada pada jam 07.00 sampai 12.00 WIB.  Sebelum acara dimulai mahasiswa yang mengikuti acara tersebut diberikan buku Pendalaman dan Training Terapi Shalat Bahagia (PTSB). Buku tersebut di bagikan guna untuk panduan mahasiswa selama acara tersebut selesai. Acara ini dibuka dengan membaca surat Al-Fatihah yang dipimpin oleh Bu Ati' Nursyafa'ah M.Kom.I, selaku asisten dari trainer yang akan memberikan materi pada hari sabtu pagi ini. Kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video testimoni dari berbagai pihak yang telah mengikuti acara Pendalaman dan Training Terapi Shalat Bahagia yang telah dilaksanakan di daerah Surabaya sendiri hingga ke manca negara, seperti United Kingdom, China, Amerika, Bangladesh, Taiwan, Jepang, dan negara luar lainya.

Acara Pendalaman dan Training Shalat Bahagia (PTSB) telah memberikan bimbingan dan praktik shalat agar kita memahami dan mengingatnya lebih kuat dan bisa memantapkan keyakinan akan kebesaran Allah, kemudian lebih meningkatkan kepecayaan yang ada pada diri kita, kemudian bisa optimis akan penyelesaian semua masalah menuju hidup yang lebih bahagia. Karena wajah yang bahagia adalah cerminan syukur kepada Allah SWT. Dan setelah mengikuti testimoni sebagian besar mereka yang telah berhasil merubah mindset untuk ikhlas dan ridho Allah, lebih percaya diri, optims, tenang di tengah menghadapi masalah yang ada di keluarga ataupun lingkungan lainya. Beberapa yang lainya juga telah berhasil menyembuhkan penyakit yang pernah di deritanya selama bertahun tahun. Tujuan utama shalat sendiri yaitu untuk  memperkokoh mindset T2Q (tawakkal, tumakninah, dan qona’ah) sedangkan kesembuhan rizqi dan sebagainya hanya bonus semata, sekalipun semua itu sangat kita butuhkan.

Acara selanjutnya adalah pengenalan profil trainer yang merupakan guru besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya,  Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M. Ag. Beliau dilahirkan di Lamongan, pada 09-06-1957dan beliau sudah mempunyai istri, 7 anak, 3 cucu, beliau merupakan alumni Pondok pesantren Ihyaul Ulum Gresik  (1975).  Guru Besar/Dosen Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya (sejak 2004).  Dosen Teladan Nasional (2004 dan 2007).  Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (2000-2004).  Pengurus Pembaca dan Penghafal Al Qur’an Jatim (1994).  Beliau juga pernah menjabat menjadi Ketua Asosiasi Profesi Dakwah Indonesia (APDI 2009-2013).  Unsur Ketua Majlis Ulama Indonesia Jawa Timur. Kemudian menjadi Ketua Dewan Pengawas Syariah Bank Jatim (2011-sekarang). Konsultan Pendidikan Yayasan Khadijah (2011-sekarang). Hakim MTQ Tafsir Bahasa Inggris, Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawah Al Qur’an.  Asesor Badan Akreditas Nasional Perguruan Tinggi  Saksi Ahli Mahkamah Konstitusi tentang UU Penodaan Agama.  Penasehat  Forum Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama. Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Al Khoziny Sidoarjo (1990-2009). Kemudian banyak juga Buku-buku yang ditulis, 60 Menit Terapi Shalat Bahagia (UIN Sunan Ampel Press 2012) sekaligus sebagai founder dan trainer Pelatihan Terapi Shalat Bahagia (PTSB), dan masih banyak lagi jabatan beliau baik yang dulu maupun yang sekarang.


Sebelum diajarkan untuk mempraktikan shalat tersebut, mahasiswa yang hadir sebelumnya telah diperintahkan untuk membuat dan mencatat masalah yang sedang kita hadapi secara rinci dan jujur, orang yang menjengkelkan dan menyakitkan kita, kemudian dosa yang pernah kita lakukan, nikmat terbesar yang kita rasakan sejak kecil hingga sekarang yg terakhir yaitu  masalah yang paling mengganggu atau menyedihkan dalam perjalanan hidup kita. Semua itu untuk syarat mengikuti kuliah wada’ tersebut. Ada beberapa kunci di dalam terapi  shalat bahagia dalam berbagai gerakan shalat yaitu, SUBHAN TURUT HADIR di MASJID untuk AKSI SOSIAL. Kemudian setelah kita menghafalkan kunci di dalam shalat tersebut, kita diarahkan untuk mempraktikkan shalat tersebut secara besama sama, kemudian membuat shaf barisan untuk shalat berjama’ah baik itu barisan putri ataupun barisan putra.

1.    Pada posisi pertama yaitu Berdiri  dengan kunci kata SUBHAN yang mempunyai kepanjangan Syukur, Bimbingan , ketahanan Iman) kemudian posisi berdiri dengan mengangkat tangan dengan jari jari tangan menghadap kiblat dan sejajar dengan telinga. Kemudian dianjurkan untuk mengucapkan kata ini dalam hati.
a.  Syukur : “Wahai Allah, aku bersyukur atas semua nikmat-Mu” Bimbinglah aku dan keluarga agar tetap di jalan yang benar” kemudian
b.     Bimbingan : “ Bimbinglah aku dan keluarga agar tetap di jalan yang benar”.
c.      Ketahanan iman “Berilah aku ketahanan  iman untuk melawan hawa nafsu agar selamat dari kesesatan dan murka-Mu”. Kemudian setelah takbir tangan di letakkan di dada boleh juga diatas pusar ataupun dibawah pusar. 
2.     Yang kedua yaitu sikap rukuk, dan kata kunci nya yaitu TURUT (Tunduk Menurut)
a.     Tunduk : “Wahai Allah, aku tunduk membungkuk kepada kehendak-Mu. Aku bertasbih dan menyerahkan hidup mati, sehat sakit, kaya miskin, dan semua persoalan kepada-Mu”.
b.     Menurut : “ Aku menurut kepada semua perintah-Mu. Ampunilah dosa-dosaku”.

Tambahan (jika ingin lebih detail) :

Wahai Allah, aku mempunyai masalah yaitu …
1)    Wahai Allah, aku ikhlas, ridlo, tidak mengeluh atas masalah tersebut. Jika pernah mengeluh, itu karena kebodohanku. Ampunilah aku.
2)    Wahai Allah, aku yakin(3x) Engkau pasti (3x) Maha kuasa menolong aku. Engkau pasti (3x) menyayangi aku, dan tidak mungkin membiarkan aku sendirian menghadapi masalah dan harapanku itu.
3)    Wahai Allah, aku pasrah (3x) aku pasrahkan masalah tersebut kepada-Mu. Terserah Engkau, sebab Engkau pasti (3x) memberi yang terbaik untukku. Aku ikhlas apapun keputusan-Mu.

(Tambahan diatas dianjurkan untuk dihafalkan agar mempermudah kita untuk khusyuk dalam shalat, dengan diselingi membaca tulisan yang sudah kita tulis sebelum mengikuti terapi shalat bahagia ini, baik itu masalah yang sedang kita hadapi maupun dosa terbesar yang pernah kita lakukan, dengan begitu semoga Allah mengampuni serta mengabulkan doa yang telah kita panjatkan di dalam shalat tersebut).

3.     Yang ketiga yaitu I’tidal, dan kata kunci nya yaitu HADIR (Hak pujian Takdir).
a.     Hak pujian : “Hanya Engkau yang berhak dipuji. Ampunilah aku karena terlintas mengharap pujian manusia”
b.     Takdir Allah : “Semua hal terjadi atas takdir-Mu. Aku ridla dan ikhlas menerimanya.”
Tambahan (jika ingin lebih detail) :
1)    Wahai Allah, hapuskan di hatiku dari mengharap penghormatan, pujian dan terimakasih orang. Sebaliknya, jadi-kan aku selalu menghormati, menghargai, dan berterimakasih kepada orang. Kuatkan kesabaranku menghadapi cacian dan kezaliman orang.
2)     Aku ikhlas, tidak mengeluh atas semua takdir-Mu. Rencana-Mu pasti (3x) lebih baik dari rencana hidupku. Takdir-Mu pasti (3x) yang terbaik untukku.

4.     Yang keempat yaitu Sujud, kata kuncinya yaitu MASJID (Maaf, Sinar, Jiwa dan raga)
a.     Maaf : “ Maafkan dosa –dosaku,bapak-ibu dan keluargaku”.
b.     Sinar : “ Sinarilah hati, lidah, mata dan telingaku agar selalu berbuat yang Engkau ridlai”.
c.      Jiwa dan raga : “ Jiwa dan ragaku dalam kekuasaan-Mu. Aku serahkan hidup-mati,sehat sakit,kaya-miskin dan semua persoalan kepada-Mu.
Tambahan (jika ingin lebih detail) :
1)    Wahai Allah , ampunilah aku, kedua orang tuaku, istri/suami, dan anak-anakku, lebih-lebih mereka yang telah meninggal dunia. Jauhkan mereka dari siksa kubur dan neraka. Jadikan kuburan sebagai taman surga yang menyenangkan mereka. Jika dalam pandangan-Mu ada kebaikan pada diriku , jadikan kebaikan bagian dari pahala yang teralirkan untuk ibu-bapakku, guru-guruku, keluarga-ku, dan semua orang yang berjasa mengantarkan aku sampai aku menjadi “orang” seperti saat ini.
2)    Berikan cahaya-Mu untukku, istri/suami dan anak-anakku, agar hatiku bersih dari iri dan dengki. Jadikan semu perkataan kami benar dan menyemangati seu orang, serta telinga kami peka terhadap Al-Qur’an dan panggilan adzan.
5.     Kemudian posisi yang kelima yaitu Duduk Antara Dua Sujud, kata kuncinya yaitu AKSI (Ampunan, Kasih, Sejahtera, Iman). Mengucapkan di dalam hati : Wahai Allah, berilah aku : “Ampunan, Kasih, Sejahtera, Iman”.
Tambahan (jika ingin lebih detail) :
a.     Wahai Allah ampunilah dosa-dosaku.
b.  Kasihanilah aku. Cintailah aku. Jadikan hidupku penuh kasih bersama keluarga dan semua manusia.
c.      Berilah aku rezeki yang melimpah untuk keuarga, syiar agama dan meolong, fakir miskin. Jadikan aku lebih senang memberi daripada diberi. Berilah aku kesehatan dan kesembuhan dari semua penyakit.
d.     Kuatkanlah imanku, agar aku semakin dekat dengan-Mu, sabar dan tegar menghadapi apapun cobaan dari-Mu.

6.     Yang terakhir yaitu posisi Tasyahud, kata kuncinya yaitu SOSIAL (Sholawat, Persaksian, Tawakkal).
a.     Shalawat : “ Shalawat dan salam untuk Nabi SAW. Berikan aku kekuatan menyontoh akhlaknya”.
b.     Persaksian : “Aku bersaksi, Tiada Tuhan selain Engkau, dan Muhammad adalah utusan-Mu. Jadikan syahadat adalah pegangan dan penutup hidupku”.
c.      Tawakkal : “ Aku serahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya miskin dan semua persoalan kepada-Mu”.

Tambahan (jika ingin lebih detail)

1)    Jadikan aku, istri/suami dan anak-anakku berakhlak seperti nabi-Mu. Mudahkan aku dan keluarga beribadah di Mekkah dan Madinah, serta berdoa di dekat makam nabi-Mu. Aku berharap di hari kiamat kelak, mendapat syafa’at Nabi-Mu. Di surga, Engkau pertemukan kami sekeluarga dengan nabi-Mu.
2)    Jadikan syahadat penambah percaya diriku. Jadikan Laila ha illallah kata terakhirku ketika malaikat mencabut nyawaku.
3)    Wahai Allah sekarang aku lebih bahaga. Aku akan menoleh ke kanan dan ke kiri. Berikanlah aku kemudahan hidup, kesuksesan dan kebahagiaan semua orng di sebelah kanan dan kiriku, Assalamualaikum warahmatullah.

Kemudian setelah selesai shalat lanjut ke acara yang terakhir yaitu renungan yang diikuti oleh seluruh mahasiswa yang mengikuti terapi shalat bahagia. Renungan ini dilakukan agar kita semua selalu mengingat bahwa kita sebagai manusia biasa yang berlumur dosa, tetapi kita harus menyakini bahwasanya Allah tidak pernah tidur, dan akan selalu mendengarkan semua doa-doa yang selalu kita panjatkan kepada-Nya. Sekalipun doa itu telah bertahun tahun tidak dikabulkan Allah, hendaknya kita tidak boleh berputus asa, karena harus selalu kita ingat bahwa rahmat Allah melampaui takdir-Nya.

Itulah serangkaian acara Pendalaman Terapi Shalat Bahagia yang telah diikuti oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Bimbingan Konseling Islam, Komunikasi dan Penyiaran Islam,  dan Managemen Dakwah khusunya fakultas Dakwah dan Komunikasi di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Semoga dapat  bermanfaat.  Aamiin..
           Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pendalaman dan Training Terapi Shalat Bahagia  Surabaya, 23 November 2019 Nama : Ulum Nafi’ah Prodi : Ilmu Komunikasi ...