Pendalaman dan Training Terapi Shalat
Bahagia
Surabaya, 23 November 2019
Prodi : Ilmu Komunikasi
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
Pada hari Sabtu telah dilaksanakan acara pembinaan bagi mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, tepatnya pada hari Sabtu 23 November 2019 menjadi hari yang istimewa bagi mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi khusunya program studi Ilmu Komunikasi, Komunikasi dan Penyiaran Islam, Managemen dakwah, dan Bimbingan Konseling Islam di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya karena mereka berkesempatan untuk mengikuti acara perpisahan dan training terapi shalat bahagia.
Pada hari Sabtu telah dilaksanakan acara pembinaan bagi mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, tepatnya pada hari Sabtu 23 November 2019 menjadi hari yang istimewa bagi mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi khusunya program studi Ilmu Komunikasi, Komunikasi dan Penyiaran Islam, Managemen dakwah, dan Bimbingan Konseling Islam di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya karena mereka berkesempatan untuk mengikuti acara perpisahan dan training terapi shalat bahagia.
Acara
perpisahan dan training terapi shalat bahagia yang diselenggarakan di Kun
Yaquta Convention Centre, Jalan Siwalankerto Tengah 1 no. 141 Surabaya. Acara
tersebut berlangsung pada pada jam 07.00 sampai 12.00 WIB. Sebelum acara
dimulai mahasiswa yang mengikuti acara tersebut diberikan buku Pendalaman dan
Training Terapi Shalat Bahagia (PTSB). Buku tersebut di bagikan guna untuk
panduan mahasiswa selama acara tersebut selesai. Acara ini dibuka dengan
membaca surat Al-Fatihah yang dipimpin oleh Bu Ati' Nursyafa'ah M.Kom.I, selaku
asisten dari trainer yang akan memberikan materi pada hari sabtu pagi ini.
Kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video testimoni dari berbagai pihak yang
telah mengikuti acara Pendalaman dan Training Terapi Shalat Bahagia yang telah
dilaksanakan di daerah Surabaya sendiri hingga ke manca negara, seperti United
Kingdom, China, Amerika, Bangladesh, Taiwan, Jepang, dan negara luar lainya.
Acara Pendalaman dan Training Shalat
Bahagia (PTSB) telah memberikan bimbingan dan praktik shalat agar kita memahami
dan mengingatnya lebih kuat dan bisa memantapkan keyakinan akan kebesaran
Allah, kemudian lebih meningkatkan kepecayaan yang ada pada diri kita, kemudian
bisa optimis akan penyelesaian semua masalah menuju hidup yang lebih bahagia.
Karena wajah yang bahagia adalah cerminan syukur kepada Allah SWT. Dan setelah
mengikuti testimoni sebagian besar mereka yang telah berhasil merubah mindset
untuk ikhlas dan ridho Allah, lebih percaya diri, optims, tenang di tengah
menghadapi masalah yang ada di keluarga ataupun lingkungan lainya. Beberapa
yang lainya juga telah berhasil menyembuhkan penyakit yang pernah di deritanya
selama bertahun tahun. Tujuan utama shalat sendiri yaitu untuk memperkokoh mindset T2Q (tawakkal, tumakninah,
dan qona’ah) sedangkan kesembuhan rizqi dan sebagainya hanya bonus semata,
sekalipun semua itu sangat kita butuhkan.
Acara selanjutnya adalah pengenalan profil trainer yang merupakan
guru besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Prof.
Dr. Moh. Ali Aziz, M. Ag. Beliau dilahirkan di Lamongan, pada
09-06-1957dan beliau sudah mempunyai istri, 7 anak, 3 cucu, beliau merupakan
alumni Pondok pesantren Ihyaul Ulum Gresik (1975).
Guru Besar/Dosen Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya (sejak
2004). Dosen Teladan Nasional (2004 dan
2007). Dekan Fakultas Dakwah dan
Komunikasi (2000-2004). Pengurus Pembaca
dan Penghafal Al Qur’an Jatim (1994).
Beliau juga pernah menjabat menjadi Ketua Asosiasi Profesi Dakwah
Indonesia (APDI 2009-2013). Unsur Ketua
Majlis Ulama Indonesia Jawa Timur. Kemudian menjadi Ketua Dewan
Pengawas Syariah Bank Jatim (2011-sekarang). Konsultan Pendidikan Yayasan
Khadijah (2011-sekarang). Hakim MTQ Tafsir Bahasa Inggris, Pengurus Lembaga
Pengembangan Tilawah Al Qur’an. Asesor Badan Akreditas Nasional Perguruan
Tinggi Saksi Ahli Mahkamah Konstitusi tentang UU Penodaan Agama.
Penasehat Forum Kerukunan Hidup Antar
Umat Beragama. Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Al Khoziny Sidoarjo
(1990-2009). Kemudian banyak juga Buku-buku yang ditulis, 60
Menit Terapi Shalat Bahagia (UIN Sunan Ampel Press 2012) sekaligus
sebagai founder dan trainer Pelatihan Terapi Shalat Bahagia (PTSB), dan
masih banyak lagi jabatan beliau baik yang dulu maupun yang sekarang.
Sebelum diajarkan untuk mempraktikan shalat
tersebut, mahasiswa yang hadir sebelumnya telah diperintahkan untuk membuat dan
mencatat masalah yang sedang kita hadapi secara rinci dan jujur, orang yang
menjengkelkan dan menyakitkan kita, kemudian dosa yang pernah kita lakukan,
nikmat terbesar yang kita rasakan sejak kecil hingga sekarang yg terakhir yaitu
masalah yang paling mengganggu atau
menyedihkan dalam perjalanan hidup kita. Semua itu untuk syarat mengikuti
kuliah wada’ tersebut. Ada beberapa kunci di dalam terapi shalat bahagia dalam berbagai gerakan shalat
yaitu, SUBHAN TURUT HADIR di MASJID untuk AKSI SOSIAL. Kemudian setelah kita
menghafalkan kunci di dalam shalat tersebut, kita diarahkan untuk mempraktikkan
shalat tersebut secara besama sama, kemudian membuat shaf barisan untuk shalat
berjama’ah baik itu barisan putri ataupun barisan putra.
1. Pada posisi pertama yaitu
Berdiri dengan kunci kata SUBHAN
yang mempunyai kepanjangan Syukur, Bimbingan , ketahanan Iman) kemudian posisi
berdiri dengan mengangkat tangan dengan jari jari tangan menghadap kiblat dan
sejajar dengan telinga. Kemudian dianjurkan untuk mengucapkan kata ini dalam
hati.
a. Syukur : “Wahai Allah, aku
bersyukur atas semua nikmat-Mu” Bimbinglah aku dan keluarga agar tetap di jalan
yang benar” kemudian
b.
Bimbingan : “ Bimbinglah aku dan
keluarga agar tetap di jalan yang benar”.
c.
Ketahanan iman “Berilah aku ketahanan iman untuk melawan hawa nafsu agar selamat
dari kesesatan dan murka-Mu”. Kemudian setelah takbir tangan di letakkan di
dada boleh juga diatas pusar ataupun dibawah pusar.
2. Yang
kedua yaitu sikap rukuk, dan kata kunci nya yaitu TURUT (Tunduk
Menurut)
a. Tunduk : “Wahai Allah, aku tunduk
membungkuk kepada kehendak-Mu. Aku bertasbih dan menyerahkan hidup mati, sehat
sakit, kaya miskin, dan semua persoalan kepada-Mu”.
b. Menurut : “ Aku menurut kepada
semua perintah-Mu. Ampunilah dosa-dosaku”.
Tambahan (jika ingin lebih detail) :
Wahai Allah, aku mempunyai masalah yaitu …
1) Wahai
Allah, aku ikhlas, ridlo, tidak mengeluh atas masalah tersebut. Jika pernah
mengeluh, itu karena kebodohanku. Ampunilah aku.
2) Wahai
Allah, aku yakin(3x) Engkau pasti (3x) Maha kuasa menolong aku. Engkau pasti
(3x) menyayangi aku, dan tidak mungkin membiarkan aku sendirian menghadapi
masalah dan harapanku itu.
3) Wahai
Allah, aku pasrah (3x) aku pasrahkan masalah tersebut kepada-Mu. Terserah
Engkau, sebab Engkau pasti (3x) memberi yang terbaik untukku. Aku ikhlas apapun
keputusan-Mu.
(Tambahan diatas dianjurkan
untuk dihafalkan agar mempermudah kita untuk khusyuk dalam shalat, dengan
diselingi membaca tulisan yang sudah kita tulis sebelum mengikuti terapi shalat
bahagia ini, baik itu masalah yang sedang kita hadapi maupun dosa terbesar yang
pernah kita lakukan, dengan begitu semoga Allah mengampuni serta mengabulkan
doa yang telah kita panjatkan di dalam shalat tersebut).
3. Yang
ketiga yaitu I’tidal, dan kata kunci nya yaitu HADIR (Hak pujian
Takdir).
a. Hak pujian : “Hanya Engkau yang
berhak dipuji. Ampunilah aku karena terlintas mengharap pujian manusia”
b. Takdir Allah : “Semua hal terjadi atas
takdir-Mu. Aku ridla dan ikhlas menerimanya.”
Tambahan
(jika ingin lebih detail) :
1) Wahai
Allah, hapuskan di hatiku dari mengharap penghormatan, pujian dan terimakasih
orang. Sebaliknya, jadi-kan aku selalu menghormati, menghargai, dan
berterimakasih kepada orang. Kuatkan kesabaranku menghadapi cacian dan
kezaliman orang.
2) Aku ikhlas, tidak mengeluh atas semua
takdir-Mu. Rencana-Mu pasti (3x) lebih baik dari rencana hidupku. Takdir-Mu
pasti (3x) yang terbaik untukku.
4. Yang
keempat yaitu Sujud, kata kuncinya yaitu MASJID (Maaf, Sinar,
Jiwa dan raga)
a. Maaf : “ Maafkan dosa
–dosaku,bapak-ibu dan keluargaku”.
b. Sinar : “ Sinarilah hati,
lidah, mata dan telingaku agar selalu berbuat yang Engkau ridlai”.
c. Jiwa dan raga : “ Jiwa dan ragaku dalam
kekuasaan-Mu. Aku serahkan hidup-mati,sehat sakit,kaya-miskin dan semua
persoalan kepada-Mu.
Tambahan
(jika ingin lebih detail) :
1) Wahai
Allah , ampunilah aku, kedua orang tuaku, istri/suami, dan anak-anakku,
lebih-lebih mereka yang telah meninggal dunia. Jauhkan mereka dari siksa kubur
dan neraka. Jadikan kuburan sebagai taman surga yang menyenangkan mereka. Jika
dalam pandangan-Mu ada kebaikan pada diriku , jadikan kebaikan bagian dari
pahala yang teralirkan untuk ibu-bapakku, guru-guruku, keluarga-ku, dan semua
orang yang berjasa mengantarkan aku sampai aku menjadi “orang” seperti saat
ini.
2) Berikan
cahaya-Mu untukku, istri/suami dan anak-anakku, agar hatiku bersih dari iri dan
dengki. Jadikan semu perkataan kami benar dan menyemangati seu orang, serta
telinga kami peka terhadap Al-Qur’an dan panggilan adzan.
5. Kemudian
posisi yang kelima yaitu Duduk Antara Dua Sujud, kata kuncinya yaitu
AKSI (Ampunan, Kasih, Sejahtera, Iman). Mengucapkan di dalam hati :
Wahai Allah, berilah aku : “Ampunan, Kasih, Sejahtera, Iman”.
Tambahan
(jika ingin lebih detail) :
a. Wahai
Allah ampunilah dosa-dosaku.
b. Kasihanilah aku. Cintailah aku. Jadikan hidupku penuh kasih bersama keluarga dan semua manusia.
b. Kasihanilah aku. Cintailah aku. Jadikan hidupku penuh kasih bersama keluarga dan semua manusia.
c. Berilah
aku rezeki yang melimpah untuk keuarga, syiar agama dan meolong, fakir miskin. Jadikan
aku lebih senang memberi daripada diberi. Berilah aku kesehatan dan kesembuhan
dari semua penyakit.
d. Kuatkanlah
imanku, agar aku semakin dekat dengan-Mu, sabar dan tegar menghadapi apapun
cobaan dari-Mu.
6. Yang
terakhir yaitu posisi Tasyahud, kata kuncinya yaitu SOSIAL (Sholawat,
Persaksian, Tawakkal).
a. Shalawat : “ Shalawat dan salam
untuk Nabi SAW. Berikan aku kekuatan menyontoh akhlaknya”.
b. Persaksian : “Aku bersaksi, Tiada
Tuhan selain Engkau, dan Muhammad adalah utusan-Mu. Jadikan syahadat adalah
pegangan dan penutup hidupku”.
c. Tawakkal : “ Aku serahkan
hidup-mati, sehat-sakit, kaya miskin dan semua persoalan kepada-Mu”.
Tambahan (jika ingin lebih detail)
1) Jadikan
aku, istri/suami dan anak-anakku berakhlak seperti nabi-Mu. Mudahkan aku dan
keluarga beribadah di Mekkah dan Madinah, serta berdoa di dekat makam nabi-Mu.
Aku berharap di hari kiamat kelak, mendapat syafa’at Nabi-Mu. Di surga, Engkau
pertemukan kami sekeluarga dengan nabi-Mu.
2) Jadikan
syahadat penambah percaya diriku. Jadikan Laila ha illallah kata terakhirku
ketika malaikat mencabut nyawaku.
3) Wahai
Allah sekarang aku lebih bahaga. Aku akan menoleh ke kanan dan ke kiri.
Berikanlah aku kemudahan hidup, kesuksesan dan kebahagiaan semua orng di
sebelah kanan dan kiriku, Assalamualaikum warahmatullah.
Kemudian setelah selesai shalat
lanjut ke acara yang terakhir yaitu renungan yang diikuti oleh seluruh
mahasiswa yang mengikuti terapi shalat bahagia. Renungan ini dilakukan agar
kita semua selalu mengingat bahwa kita sebagai manusia biasa yang berlumur
dosa, tetapi kita harus menyakini bahwasanya Allah tidak pernah tidur, dan akan
selalu mendengarkan semua doa-doa yang selalu kita panjatkan kepada-Nya. Sekalipun
doa itu telah bertahun tahun tidak dikabulkan Allah, hendaknya kita tidak boleh
berputus asa, karena harus selalu kita ingat bahwa rahmat Allah melampaui
takdir-Nya.
Itulah
serangkaian acara Pendalaman Terapi Shalat Bahagia yang telah diikuti oleh
mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Bimbingan Konseling Islam, Komunikasi
dan Penyiaran Islam, dan Managemen Dakwah khusunya fakultas Dakwah dan Komunikasi
di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Semoga dapat bermanfaat. Aamiin..
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
