MAKALAH STUDI AL-QUR’AN
MUKJIZAT AL-QUR’AN
(PRESPEKTIF ISI)
Dosen Pengampu :
Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M. Ag
Ati’ Nursyafa’ah M.Kom.I
Oleh :
Nama : Ulum
Nafi’ah
NIM : B75219080
ILMU KOMUNIKASI
UIN SUNAN AMPEL
SURABAYA
2019
KATA PENGANTAR
Puji Syukur Alhamdulillah senantiasa kami
panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya-Nya.
Sehingga kami dapat menyeleseikan makalah ini dengan sebaik-baiknya berguna
untuk memenuhi tugas untuk mata kuliah Studi Al-Qur’an, dengan judul “Mukjizat Al-Qur’an”.
Makalah ini berisi tentang bukti –
bukti kebenaran Al-Qur’an baik itu secara ilmiah maupun sejarah.
Surabaya,
21 Agustus 2019
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR……................................……i
DAFTAR ISI.....................................………………ii
BAB I
MUKJIZAT AL-QUR’AN
A.
Kemukjizat Al-Qur’an.....................……...
B.
Kemukjizatan Tasyri’……………………..
C. Kemukjizatan Al-Qur’an dalam sejarah……
D. Kebenaran yang terdapat di Al-Qur’an tentang laut,
gunung dan matahari …...................................
gunung dan matahari …...................................
KESIMPULAN……………………………………
DAFTAR PUSTAKA………………………………
BAB I
PEMBAHASAN
A. Kemukjizatan
Al-Qur’an
Definisi Kata ‘Mukjizat’ artinya
sesuatu yang luar biasa yang tiada kuasa manusia membuatnya karena hal itu
adalah diluar kesanggupanya.
Mukjizat ini hanya diberikan
kepada nabi-nabi untuk menguatkan kenabian dan kerasulannya,dan bahwa agama
yang dibawanya bukanlah bikinannya
sendiri tetapi benar benar dari Allah SWT.
Kepada nabi-nabi sebelum nabi muhammad
saw. Telah diberikan mu’jizat yang banyak dan bermacam macam,seperti tongkat
yang diberikan kepada nabi Musa As. Yang dapat menelan semua ular ysng
didatangankan tukang sihir dan dapat
membelah laut, sehingga nabi Musa dan kaumnya dapat menyelamatkan diri dari kepungan
tentara fir’aun dengan menyeberangi laut yang telah terbelah dua itu.
Demikian pula kepada Nabi Besar Muhammad saw. Telah diberikan untuk beberapa mukjizat diantaranya Isra’ Mi’raj dalam waktu satu malam sebagai tersebut dalam surat (17) Al-Isra’ ayat 1 dan keluarnya air dari ujung jarinya ketika ketiadaan air.
Tetapi mu’jizat yang terbesar yang dberikan
kepada Nabi Muhammad saw adalah Al-Qur’an, suatu mu’jizat yang dapat disaksikan
oleh seluruh umat manusia sepanjang masa karena memang beliau diutus oleh Allah
untuk keselamatan Manusia dimana dan di masa apapun mereka berada. Oleh sebab
itu Allah menjamin keselamatan Al-Qur’an sepanjang masa.
Mu’jizatnya itu terletak pada fashahah dan balaghahnya, keindahan susunan gaya bahasanya yang tidak ada tara bandinganya. Mustahil manusia dapat membuat susunan yang serupa dengan Al-Qur’an, yang dapat menandinginya.
Al-Qur’an merupakan mukjizat abadi. Sebagai bacaan, Al-Qur’an mengajak serta ikut serta menggugah pembacanya untuk merangkum dan menghimpun objek yang dapat dijangkau pancaindra dan nalarnya.
Maka dapat disimpulkan dari keterangan tersebut bahwa Qur’an itu mukjizat karena ia datang dengan lafadz lafadz yang paling fasih, dalam susunan yang paling indah. [1]
B. Kemukjizatan Tasyri’
Allah
meletakkan dalam diri manusia banyak garizah (naluri, instinct) yang bekerja di
dalam jiwa yang mempengaruhi kecenderungan-kecendererungan hidupnya. Jika akal
sehat dapat menjaga pemiliknya dari ketergelinciran , maka arus kejiwaan yang
bagaimanapun tidak dapat sanggup menahan luapanya.
Manusia, pada dasarnya adalah makhluk social.
Dalam memenuhi kebutuhanya ia memerlukan orang lain dan orang lain pun
memerlukanya. Kerja sama antar sesame manusia merupakan tuntutan social yang
diharuskan oleh peradapan manusia. Akan tetapi seringkali manusia berlaku zalim
terhadap sesamanya,terdorong oleh kecintaan diri dan rasa ingin berkuasa. Maka
jika mereka dibiarkan tanpa kendali yang membatasi pergaulanya, mengatur hal
ihwal kehidupanya, menjaga hak hak dan memelihara kehormatanya, tentu urusan
mereka akan menjadi kacau. Dengan demikian maka setiap masyarakat harus
mempunyai system yang mengatur kendalinya dan dapat mewujudkan keadilan
diantara individu individu-nya.
Umat manusia telah mengenal di sepanjang
masa sejarah, berbagai macam doktrin, pandangan, system dan tasyri’(perundang
undangan) yang bertujuan tercapainya kebahagiaan individu di dalam masyarakat
yang utama. Namun tidak satupun daripadanya yang mencapai keindahan dan
kebesaran seperti yang dicapai Qur’an dalam kemukjizatan tasyri’-nya.
Qur’an juga telah menetapkan
perlindungan terhadap lima macam kebutuhan primer bagi kehidupan manusia, jiwa,
agama, kehormatan, harta benda dan akal. Dan menerapkan padanya hukuman-hukuman
yang pasti yang dalam fikih islam dikenal dengan jinayat dan hudud.
A. Bukti
Ilmiah kemukjizatan AlQur’an dalam sejarah
Disamping
Al-Qur’an ditinjau dari segi bahasanya yaitu suatu mukjizat yang besar, maka
dari isinya ia mengandung mukjizat pula. Contohnya :
1.
Beberapa pemimpin quraisy telah berkumpul
untuk merundingkan cara agar menundukkan Rasullullah. Akhirnya mereka sepakat
untuk mengutus Abdul Walid, seorang sastrawan Arab yang jarang ada bandinganya,
kemudian ia mengajukan kepada Rasullullah saw agar berdakwah dengan menjanjikan
pangkat dan harta, Setelah Rasullullah mendengar ucapan Abdul Walid itu,
kemudian beliau membawakan kepadanya surat (41) funshilat dari awal sampai
akhir. Abdul Walid pun terlihat amat tertatrik dan terpesona mendengarkan ayat
itu sehingga ia termenung-menung memikirkan keindahan bahasanya, kemudian ia
meninggalkan Rasullullah tanpa sepatah kata pun. Kemudian Abdul Walid berkata
kepada kaumnya. “Sungguh aku belum pernah mendengarkan kata kata yang seindah
itu, itu bukanlah syair,bukan pula sihir dan bukan pula kata-kata ahli tenung.
Sesungguhnya Al-Qur’an itu ibarat pohon yang daunya rindang, akarnya terhunjam
kedalam tanah. Susunan kata nya manis dan bukanlah buatan dari manusia”.
Mendengar jawaban itu kaumnya pun menuduh Abdul Walid telah berkhianat, dan
cenderung kepada agama islam.
2. Mengenai reaksi ahli syair dan sastra terhadap tantangan Al-Qur’an,
mereka bungkam dalam seribu Bahasa, tak ada yang berani tampil ke muka, karena
memang tidak sanggup dan takut mendapat cemooh dan hinaan. Memang banyak
diantara pemimpin pemimpin dan ahli sastra arab yang mencoba dan meniru
Al-Qur’an bahkan kadang-kadang ada yang mendakwah nya dirinya sebagai nabi
seperti Musailimah al Kazzab Thulaihah, Habalah bin Ka’ab dan lain lain. Tetapi
mereka itu semuanya menemui kegagalan, bahkan mendapat cemooh dan hinaan dari
masyarakat.
Syekh
Muhammad Abdul dalam kitabnya “Rasaalatut Tauhid” menerangkanbagaimana
ketinggaian dan kemajuan Bahasa di masa turunnya AlQur’an : “Al-Qur’an
diturunkan pada suatu masa yang telah sepakat ahli-ahli riwayat mengatakan,
bahwa masaitu adalah masa yang amat gemilang ditinjau dari segi kemajuan Bahasa
dan pada masa itu banyak sekali terdapat ahli-ahli sastra dan ahli-ahli
pidato”. Kemudian ia berkata mengenai tantangan Al-Qur’an terhadap ahli-ahli
sastra : “Benarlah bahwa Al-Qur’an itu suatu mukjizat. Telah berlalu masa yang
panjang, telah silih berganti datangnya angkatan demi angkatan, tantangan
Al-Qur’an tetap berlaku, tetapi tak seorang pun yang dapat menjawabnya, semua
kembali dengan tangan hampa karena lemah dan tidak berdaya”. Bukannya lahirnya
kitab Al-Qur’an ini, dibawa oleh seorang yang buta huruf, suatu mukjizat yang
terbesar yang membuktikan bahwa ia bukanlah buatan manusia. Memang ia adalah
suatu mukjizat yang membuktikan kebenaran Nabi Muhammad saw. Dan Nur yang
terpancar dari ilmu illahi”.
3.
Di dalam Al-Qur’an terdapat berita-berita
dan janji-janji mengenai masa yang akan datng. Kejadian-kejadian yang akan
terjadi di masa depan adalah di luar kekuasaan manusia untuk mengetahuinya.
Memang ada ramalan- ramalan tukang tenung mengenai masa depan, tetapi itu hanya
ramalan yang tiada dapat dijamin kebenaranya, tetapi semua berita-berita dan
janji-janji yang tersebut dalam Al-Qur’an adalah benar dan telah menjadi
kenyataan seperti : kerap kali kaum musyrikin mekkah sebelum hijrah menantang
kaum muslimin dan mengatakan : “Bangsa Rum yang mempunyai kitab injil telah
dikalahkan oleh orang Persia (waktu itu menganut agama Majusi)”. Maka kami
pasti akan mengalahkan kamu, karena kamu adalah ahli kitab pula. Kemudian turunlah
surat (30) Ar Rum ayat 2.
4. Di
dalam Al-Qur’an terdapat pula fakta
fakta ilmiah yang tidak mungkin diketahui manusia di tanah arab pada waktu itu,
tetapi fakta-fakta tersebut dijelaskan dengan tepat dan sekarang diakui
kebenaranya seperti : Pada masa turunnya Al-Qur’an ilmu kedokteran di Tanah
Arab boleh dikatakan tidak ada, yang ada hanya ilmu pengobatan secara primitive
dan takhayul. Namun demikian Al-Qur’an menerangkan dalam surat (23) Almu’minun
ayat 12,13 dan 14. Pada mulanya ahli-ahli ilmu falaq menetapkan bahwa matahari
tetap, tidak berjalan (beredar) dan hanya bumilah yang beredar di sekeliling
matahari, tetapi Al-Qur’an menegaskan bahwa matahari juga berjalan. Dalam surat
(36) Yasin ayat 38 “Dan matahari itu
beredar ditempat daerah oeredaranya. Demikianlah ketetapan dari yang
mahaperkasa dan yang lagi maha mengetahui”.
B. Kebenaran Al-Qur’an tentang Laut, Matahari, dan Gunung
1. Tentang
laut
Temuan-temuan
sains tentang lautan, ternyata telah diungkapkan oleh Alquran sejak 15 abad
yang lalu. Simaklah Surat An Nahl (16) ayat 14.
"Dan Dialah Allah
yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daripadanya daging
yang segar, dan kamu mengeluarkan dari lautan perhiasan yang kami pakai. Kamu
melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari
karunia-Nya supaya kamu bersyukur".
Atau Q.S. Fatir(35) ayat
12 berikut:
“Dan tiada sama (antara) dua laut; yang ini
tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari
masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat
mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya, dan pada masing-masingnya
kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari
karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur.”
Atau Q.S Almaidah ayat 96
“Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan
makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi
orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang
buruan darat, selama kamu dalam ihram. Dan bertakwalah kepada Allah dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan
dikumpulkan“
Sejak 15 abad yang lalu
Al Quran berbicara soal manfaat laut bagi peningkatan taraf hidup manusia. Kini
terbukti, negara-negara yang pandai memanfaatkan potensi lautnya, bakal
mendapat kekayaan yang sangat berlimpah. Kemudian juga Selain mengandung banyak
makanan, dan perhiasan, laut juga bisa menyimpan banyak bahan tambang, bisa
menjadi jalur transportasi yang murah, dan sebagainya. Selain menjadi bukti
kuat bagi keaslian Al-Quran, laut juga menjadi sumber penghidupan yang sangat
kaya. Keberadaan wilayah laut, bisa menjadi salah satu penentu tingkat ekonomi
sebuah negara.
Seharusnya Indonesia
sebagai negara kepulauan, jangan pernah menyia-nyiakan sumberdaya lautnya.
Allah telah memerintahkan kita untuk mencari (keuntungan) dari karuniaNya yang
berupa lautan dan segala sumberdayanya ini, baik itu ikan, perhiasan (mutiara,
kerang-kerangan, dll), dan bahkan memanfaatkan laut untuk transportasi.
Ayat ini seharusnya
dibaca dan diresapi maknanya secara mendalam oleh seenap bangsa Indonesia dalam
membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dengan mendepankan penegelolaan
sumberdaya kelautan sebagai tiang utama peekonomian Indonesia.
Hal yang menarik adalah
ketika kita coba membuka Al-Quran surat An-Nur (surat ke-24) ayat 40.
"Atau seperti gelap
gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak
(pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia
mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang
tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya
sedikitpun." (Al Qur'an, An-Nuur (24):40)
Kegelapan dalam lautan
dan samudra yang dalam dijumpai pada kedalaman 200 meter atau lebih. Pada
kedalaman ini, hampir tidak dijumpai cahaya. Di bawah kedalaman 1000 meter, tidak
terdapat cahaya sama sekali.Namun, pernyataan "gelap gulita di lautan yang
dalam" digunakan dalam surat An Nuur 1400 tahun lalu. Ini sudah pasti
salah satu keajaiban Al Qur’an, sebab infomasi ini dinyatakan di saat belum ada
perangkat yang memungkinkan manusia untuk menyelam di kedalaman samudra.
2. Tentang
Gunung
Menggambarkan bahwa gunung
mempunyai akar yang berada tepat pada bawah
permukaan bumi kita yang berfungsi juga sebagai pasak.
أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا
“Bukankah Kami telah
menjadikan bumi itu sebagai hamparan? Dan gunung-gunung sebagai pasak?”
(QS.An-Naba’: 6-7)
Al-Qur’anul karim telah
menggambarkan keberadaan alam semesta ini dan menyeru agar manusia menggunakan
pikirannya untuk merenungkan ciptaan Allah. Al-Qur’an telah menyajikan
ilustrasi penciptaan pegunungan yang berdiri kokoh diatas bumimdan lautan yang
terbentang. Allah berfirman dalam Al-Qur’an :
وَأَلْقَىٰ فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ
أَنْ تَمِيدَ بِكُمْ وَأَنْهَارًا وَسُبُلًا لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
“Dan Dia (Allah )menancapkan gunung-gunung di bumi
supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai
dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk”. (QS An Nahl: 15
. Teori lempeng tektonik menyebutkan, kita dapat
menyamakan gunung dengan paku yang menjadikan lembaran-lembaran kayu tetap
menyatu. Penemuan ini juga semakin memperkuat kebenaran Al-Qur’an QS. Al
Anbiya: 31.
وَجَعَلْنَا فِي
الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَن تَمِيدَ بِهِمْ وَجَعَلْنَا فِيهَا فِجَاجًا سُبُلًا
لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ ﴿٣١﴾
“Dan telah Kami jadikan di bumi ini
gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka dan
telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka
mendapat petunjuk” (QS. Al Anbiya: 31)
Keajaiban penting lain
dalam hal ini disebutkan dalam surat Fushshilat ayat ke-12, “… Dia
mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya.” Dengan kata lain, Allah dalam
ayat ini menyatakan kemudian bahwa Dia memberikan kepada setiap langit tugas
atau fungsinya masing-masing.
Setiap lapisan memiliki
fungsi khusus, dari pembentukan hujan kemudian sampai dengan perlindungan
terhadap radiasi sinar-sinar yang berbahaya; dari pemantulan gelombang radio
hingga perlindungan terhadap dampak meteor yang berbahaya.
3.
Tentang Matahari
Al-Qur’an menggambarkan
matahari dan bulan kemudian menjelaskannya sebagai hubungan yang saling berkait
dengan bumi dan kehidupan manusia :
وَجَعَلْنَا
اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ آيَتَيْنِ ۖ فَمَحَوْنَا آيَةَ اللَّيْلِ وَجَعَلْنَا
آيَةَ النَّهَارِ مُبْصِرَةً لِتَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ وَلِتَعْلَمُوا
عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ فَصَّلْنَاهُ تَفْصِيلًا
“Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai
dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu
terang, agar kamu mencari kurnia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui
bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan
dengan jelas”.
Dan ayat :
يُولِجُ اللَّيْلَ
فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ
وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى ۚ ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ
الْمُلْكُ ۚ وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِنْ قِطْمِي
“Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam
dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang
ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nya-lah
kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai
apa-apa walaupun setipis kulit ari”.
Wahai orang-orang
yang berpengetahuan! kitab yang menjelaskan mengenai tentang pengetahuan ini,
ada bersamamu. Yang berasal dari Allah yang Maha Mengetahui, Maha melihat. Dia
mengetahui apa yang turun ke bumi dana pa aja yang keluar darinya, apa aja yang
turun dari langit dan apa-apa yang naik.
BAB
2
PENUTUP
A. Kesimpulan
Al –Qur’an adalah mukjizat dan tak ada bandingannya dalam semua aspek.
Ia tidak akan bisa dipalsukan, baik itu secara Bahasa maupun ilmu pengetahuan.
Al-Qur’an juga tidak bisa dipalsukan dalam aspek, itu menjelaskan bahwa
Al-Qur’an memang dari Allah. Al-Qur’an persis seperti apa yang telah dijelaskan
:
“Keajaibannya tak terbatas dan mengandung
penjelasan untuk segala hal yang menyangkup aspek pengetahuan, social, dan
lingkup lainnya”.
Ayat-ayat di dalam Al-Qur’an
menjelaskan secara gamblang. Bahwa Al-Qur’an juga memiliki melodi indah yang mampu
menawan hati dan telinga siapapun yang mendengar serta menjadikannya kokoh di
dalam hati nurani manusia dengan petunjuknya. Seorang pelajar muslim juga harus
berusaha sungguh-sungguh untuk mempelajari kisah umat-umat terdahulu serta
berbagai peristiwa melalui ilmu sejarah.
Daftar Pustaka
Abidin, Zainal. Seluk Beluk Al-Qur’an.
Jakarta : Rineka Cipta, 1992.
Ahmad, Yusuf Al-Hajj. Mukjizat Yang Tak
Terbantahkan. Solo : Aqwam Media Profetika, 2016.
Aziz, Moh.Ali. Mengenal Tuntas Al-Qur’an.
Surabaya : Imtiyaz, 2019.
Hafidz, Wajuhudin. Misi Al-Qur’an.
Jakarta : Imprint Bumi Aksara, 2016.
Hamzah, Muchotob. Studi Al Qur’an.
Komprehensif. Yogyakarta: Gama Media, 2003.
Qathan, Manna’ Khalil. Study Ilmu-Ilmu
Qur’an. Bogor : Litera AntarNusa, 2026
Sa’di, Syaikh Abdurrahman. Bacalah
Al-Qur’an Seolah-olah Ia Diturunkan Kepadamu. Jakarta : Mizan Publika,
2018.
Yusuf, Kadar M. Studi Al-Qur’an. Jakarta :
Amzah, 2014.
[1] Drs.
Zainal Abidin S, Seluk Beluk Al-Qur’an , Jakarta, Rineka Cipta, 1992, cet.
Pertama, hlm 98-99
[4] Yusuf
Al-Hajj Ahmad, Mukjizat Al-Qur’an Yang tak Terbantahkan, Aqwam Media
Profetika, 2018,cet. Ke IV, hlm 16
[5] Yusuf Al-Hajj
Ahmad, Mukjizat Al-Qur’an Yang Tak Terbantahkan,
Aqwam
Media Profetika, 2018, cet .Ke IV, hlm 16
